Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merupakan salah satu mata kuliah wajib yang menjadi bagian penting dalam proses perkuliahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga diajak untuk berbaur, berkontribusi, dan beradaptasi di tengah masyarakat. Pada umumnya, KKN dilaksanakan di pedesaan dengan tujuan membangun kedekatan sekaligus membantu masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.
![]() |
| Profil Mahasiswa |
Berbeda dengan kebanyakan mahasiswa lain, Saya memilih untuk melaksanakan KKN Mandiri di lingkungan tempat tinggal saya sendiri, yaitu Kelurahan Rawasari—sebuah kawasan perkotaan yang sehari-hari saya lewati dalam perjalanan menuju kampus. Keputusan ini saya ambil bukan tanpa pertimbangan. Sebagai pribadi yang cenderung pendiam dan kurang terbiasa berinteraksi dengan banyak orang, Saya melihat KKN sebagai kesempatan untuk melatih diri, memperluas pengalaman, sekaligus membuka ruang baru dalam menjalin hubungan sosial.
![]() |
| Minggu Pertama |
Pada Minggu Pertama, saya memulai dengan mengikuti aktivitas masyarakat sebagai bentuk adaptasi dan pengenalan, saya mengikuti pengajian Ibu-ibu di Masjid dan Membantu Kegiatan Posyandu khususnya bagian Lansia. Di minggu-minggu berikutnya, saya lebih berfokus pada kegiatan pendidikan, yaitu mengajar anak-anak di PAUD serta mengajar ngaji di TPA. Pada Kegiatan posyandu membuka wawasan saya tentang pentingnya pelayanan kesehatan komunitas, khususnya bagi lansia. Di sisi lain, nostalgia kembali ke TPA tempat saya dulu belajar, bukan lagi sebagai murid melainkan sebagai Pengajar, Saya membimbing anak-anak baik laki-laki maupun perempuan dalam membaca Iqra serta perbaikan bacaan mereka. Dan PAUD yang saya jadikan tempat KKN saya adalah PAUD KEMUNING, Rawasari.
![]() |
| Minggu Kedua |
Di sisi lain, kegiatan di TPA mulai difokuskan pada pembelajaran terstruktur, yaitu program hafalan surah pendek dari Al-Qur’an. Target hafalan satu surah per minggu dirancang untuk menyesuaikan dengan kapasitas daya ingat anak, sekaligus membiasakan mereka dengan bacaan Al-Qur’an sejak dini.
Pada minggu ketiga, anak-anak PAUD Kemuning di awali belajar keterampilan motorik halus melalui kegiatan menggambar garis lurus dan merobek Kertas. Kegiatan ini dibuat menyenangkan dengan bermain dan bernyanyi, lalu dilanjutkan dengan mewarnai Pesawat sesuai kreativitas mereka. Di TPA, saya mendampingi anak-anak saat menyetorkan hafalan kepada ustazah dengan penuh semangat, sekaligus membantu menjaga suasana belajar tetap nyaman dan menyenangkan.
| Minggu Keempat |
Pada minggu keempat, kegiatan difokuskan pada PAUD. Anak-anak belajar menulis angka satu dan mewarnai buah-buahan untuk melatih motorik halus dan kreativitas.
Di hari Jumat, dikenalkan huruf hijaiyah, dimulai dari Alif, melalui kegiatan menulis dan melafalkan huruf dengan cara yang menyenangkan.
Sebagai mahasiswa KKN, Saya berperan mendampingi guru PAUD dalam mengelola kegiatan, membantu anak-anak ketika menulis dan mewarnai, serta turut membimbing mereka saat pengenalan huruf hijaiyah, sehingga kegiatan berjalan dengan lancar dan interaktif
![]() |
| Minggu Kelima |
Pada minggu kelima, anak-anak PAUD Kemuning mulai belajar menulis dan menyebutkan angka dalam Bahasa Inggris sebagai pengenalan awal numerasi dalam dua bahasa. Selain itu, anak-anak diberikan kebebasan untuk menggambar sesuai imajinasi mereka guna melatih kreativitas dan ekspresi diri. Saya juga memberikan tugas berupa menyambungkan pola lingkaran dan menebalkannya untuk melatih koordinasi mata-tangan dan keterampilan motorik halus.
Untuk kegiatan TPA, pada minggu ini pengajian diliburkan. Namun, saya tetap menambahkan tugas berupa hafalan kepada anak-anak agar proses belajar Al-Qur’an mereka tetap berlanjut meskipun tanpa pertemuan rutin.
Pada minggu keenam, kegiatan PAUD dimulai dengan menempel origami pada kertas berbentuk robot. Sebagai mahasiswa KKN, saya berperan aktif memberi contoh, memotivasi, dan mengapresiasi karya anak. Pada hari Rabu, tim kesehatan memberikan arahan cara menggosok gigi yang benar, sementara saya membantu menumbuhkan semangat anak melalui yel-yel dan pendampingan praktik.
![]() |
| Minggu Keenam (2) |
| Lomba |
Minggu ini merupan minggu terakhir, Hari Rabu ini menjadi momen berkesan di PAUD Kemuning. Karena hari Senin adalah libur nasional, perlombaan HUT RI dilanjutkan hari ini dengan dua lomba seru: makan kerupuk dan memasukkan bola ke dalam keranjang. Anak-anak datang penuh semangat. Tawa dan sorakan memenuhi kelas. Ada yang melompat-lompat mengejar kerupuk, ada juga yang berlari cepat memasukkan bola ke keranjang.
| Pemberian Hadiah |
Usai lomba, tiga pemenang dari setiap cabang diumumkan dan menerima hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi. Meskipun hanya beberapa anak yang meraih juara, seluruh peserta tetap tampak bahagia karena dapat merasakan keseruan dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Saya turut berperan membantu mengatur jalannya lomba, memberi semangat kepada anak-anak, serta melakukan dokumentasi saat kegiatan berlangsung. Momen sederhana ini menjadi pengalaman berharga yang penuh makna, baik bagi anak-anak maupun bagi saya sebagai mahasiswa KKN.
| Foto Bersama |
Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta pemberian hadiah kecil untuk guru dan anak-anak sebagai ucapan terima kasih. Suasana perpisahan terasa haru, karena selama 45 hari KKN saya telah banyak belajar dan merasakan kebersamaan yang penuh makna, terutama tentang kasih sayang, kesabaran, dan pentingnya perhatian untuk anak usia dini. Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para guru dan ustazah di PAUD Kemuning dan TPA serta Maysrakat lainnya yang telah menerima saya dengan hangat, membimbing, serta memberi kesempatan untuk ikut serta dalam proses mendidik anak-anak dan berbaur dengan Masyarakat. Meski harus berpamitan, setiap tawa, semangat, dan kenangan indah bersama anak-anak PAUD dan TPA akan selalu saya simpan sebagai pengalaman berharga yang tidak terlupakan. Semoga ilmu dan kebersamaan yang terjalin menjadi amal kebaikan, dan semoga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta selalu membanggakan orang tua dan guru mereka.
“Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan tanda bahwa perjalanan telah meninggalkan jejak indah untuk dikenang.”
"Terkadang, perjalanan terpenting bukanlah yang membawa kita jauh, melainkan yang menuntun kita untuk lebih dekat — dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan lingkungan tempat kita berpijak."









